Dengar Suara Perempuan


Foto: Tempo.co/Fakhri Hermansyah


Sebuah video yang bisa diakses di Youtube, membakar semangat untuk membela perempuan dari kekerasan yang marak terjadi. Silahkan klik di sini

Kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan digelar dengan mengusung tagar #hearmetoo. Sebenarnya, apa sih yang perlu didengar dari perempuan?

1 dari 3 perempuan pernah mengalami kasus kekerasan. Baik secara verbal maupun non-verbal. Sebagian besar diantaranya merasa enggan untuk menyuarakan apa yang dialaminya. Victim blaming sering terjadi di sosial media ketika perempuan mencoba untuk mengutarakan apa yang terjadi pada mereka. Hal ini membuat korban semakin enggan untuk bersuara.

Apapun status sosial seorang perempuan, bagaimana pun pakaiannya, pekerjaannya, usianya, mereka selalu pantas untuk dihormati. Jadi, jangan salahkan korban untuk kekerasan yang mereka terima.

Perihal stereotype bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan terjadi karena perempuan berpakaian terbuka, mari lihat Fakta Lapangannya. 






Faktanya, anak-anak perempuan kerap kali menjadi korban kekerasan seksual. Kekerasan seksual terhadap anak juga sering menimpa anak laki-laki. Jadi, pandangan tentang kekerasan seksual terjadi karena pakaian perempuan yang terlalu terbuka, bisa dipatahkan-kah?

Victim blaming kerap terjadi di sosial media. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat dunia maya tidak ingin mendengarkan kebenaran yang dituturkan korban sehingga korban merasa malu dan takut untuk menceritakan kasus yang menimpanya.

Perempuan yang menjadi korban kekerasan selalu punya hak untuk berbicara dan didengarkan. Mari bicarakan agar kasus kekerasan terhadap wanita dapat diminimalisir.

Comments

Popular posts from this blog

Seseorang di Seberang Lautan

I'm leaving

Presiden Jokowi Adalah Presiden yang Paling Teguh Pendiriannya